Di dalam Mabinogion, buku asal-usul bangsa menyatakan bahwa orang-orang Celt (orang eropa kuno) pada asalnya datang dari "pulau Defrobani, negeri musim panas dan tanah orang-orang Cimmeria".
Perhatikan, "Defrobani" hanya boleh dirujuk kepada pulau Taprobani, seperti yang dirumuskan oleh banyak pakar. Taprobane "yang disamakan oleh para pengarang purba sebagai syorgaloka dan dicurigai sebagai tempat kejatuhan Nabi Adam" tidak lain dan tidak bukan daripada pulau Sumatra (baca: paparan Sunda) yang sebenarnya merupakan tapak Atlantis.
Begitulah meluasnya persamaan tradisi, catatan-catatan budaya dan keagamaan yang menyentuh soal tamadun yaitu Atlantis sejauh yang kita bincangkan dari sebanyak enam siri yang lepas (siri 10 "15). Sudah tentu, perbincangan kita ini hanya meliputi sebahagian kecil dari cerita yang terdapat di seluruh dunia mengenai hal yang sama.
Bukanlah sesuatu yang aneh jika misalnya, saya mencadangkan bahwa tapak Atlantis ini adalah di kawan kita, karena alasan-alasan tersendiri. Apa yang lebih menarik ialah karena gagasan berkenaan dikemukakan oleh orang luar, terutamanya orang-orang barat sendiri hasil kajian mereka yang mengambil masa bertahun-tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar