Cataclysmic earthquakes destroyed MU about 12000 years ago. The Pacific Ocean rushed in, making a watery grave for a vast civilization and 60 milion people. Easter Island, Tahiti, Samaos, Cook, Tongas, Marshall, Gilbert, Caroline, Marianas, Hawaii and the Marquesas are but reminent of that great land.
Sedikit kaget gw baca artikel ini.. tapi ini dari sumber yang bisa dipercaya karena mendokumtasikan Atlantis juga.. ini disebut-sebut sebagai benua yang hilang menemani Atlantis.. kalau benua ini benar letaknya.. berarti dugaan bahwa Atlantis itu Indonesia semakin menguat...
Ini diperkirakan adalah civilizatioin yang tertua di muka bumi lho [kalau benar-benar ada].. katanya sich sekitar 53000 SM udah ada bangsa ini... ada di sekitar samudra hindia/pasifik.. di benua MU.. konon ini pulau nasibnya sama seperti Atlantis.. musnah.. hilang.. karena bencana gempa bumi akibat pergeseran kutub bumi pada 24000 SM..
Sisa-sisa peradabannya dijumpai di Hawai, juga di budaya Maya, Inca, Aztec, etc... gambar-gambar kontien MU dijumpai pada tulisan-tulisan kuno Pra-Inca, etc oleh Dr. Javier Cabrera, ditemukan terukir di batu-batuan kuno.. pada 1972 banyak para peneliti seperti, Farida Iskoviet, Sgt. Williard Wannall meneliti ke Maui [Hawaii] dan mereka yakin bahwa benua MU tempat tinggal Lemurian itu benar-benar ada.. nama
Lemurian Civilization itu sangat maju, menggunakan telepati dalam berkomunikasi, etc.. bahkan ada guru India yang terkenal yang namanya Sivaya Subramuniya menerbitkan buku yang judulnya Lemurian Scrolls.. katanya sih hasil chanelling dari dia.. hasil wangsit.. kata dia sich peradaban Lemurian sudah sangat sangat sangaatmaju.. :D .. sekarang makin banyak teori-teori tentang Lemuria.. bahkan diperkirakan ada piramida bawah laut di sekitar Okinawa [kurang lebih 200 kaki di bawah laut] di Jepang adalah peninggalan kuno bangsa Lemuria.. terus ada yang bilang kalau sumber tenaga bangsa Lemuria ini adalah kristal.
Lemuria/Mu meruapakan peradaban kuno yang muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis. Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75000 SM - 11000 SM. Jika kita lihat dari periode itu, Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya.
Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding beradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908), seorang peneliti dan penulis pada abad ke - 19 yang mengadakan penelitian terhadap situs-situs purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.
Informasi tersebut diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya.
Dari hasil terjemahan, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada nenek moyang mereka (Atlantis). Namun dikatakan juga, bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dahsyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.
Hingga saat ini, letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi, namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti, kemungkinan besar peradaban tersebut berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang). Banyak arkeolog mempercayai bahwa Easter Island yang misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria. Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.
Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap dipulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahulu kala pernah ada sebuah daratan besar di Pasifik yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dahsyat (tsunami), namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.
Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis, memiliki tanah yang subur, masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam. Faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka.
Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi, bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan kristal secara intensif dalam kehidupan mereka.
Edgar Cayce, seorang spiritual Amerika melalui channelingnya berkali-kali mengungkapkan hal yang sama. Kuil-kuil Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah kristal generator raksasa yang dikelilingi kristal-kristal lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan.
Banyak info mengenai Atlantis dan Lemurian diperoleh dengan men-channel kristal-kristal 'old soul' yang pernah digunakan pada kedua zaman ini. Masih ingat tentang candi yang ada di bawah perairan Jepang??
Beberapa Monument Batu misterius yang berhasil ditemukan di bawah perairan Yonaguni, Jepang. Mungkinkah monumen-monumen itu merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?
Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik, teknologi dan gemar berperang. Bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi, sangat damai dan bermoral.
Manurut Edgar Cayce, munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa di dunia, diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.
Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik, invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan.
Karena sifaat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian, mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secangginh bangsa Atlantean, sehingga dalam sekejap Lemuria pun jatuh ketangan Atlantis.
Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak, akhirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi, mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggak di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades).
Pleiades adalah gugusan bintang yang berjarak sekitar 415 - 500 tahun cahaya dari bumi, berlokasi di konstelasi Taurus. Gugusan bintang itu terdiri dari sekitar 250 sampai 500 bintang termasuk 9 bintang utamanya. Pleiades juga disebut "Seven Sisters", dari tujuh bintang yang dapat terlihat dengan mata telanjang. Kesembilan bintang utama itu adalah Alcyone, Asterope, Atlas, Celaeno, Elektra, Maia, Pleione, dan Taygeta.
Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalkan bumi untuk menetap di planet lain ini sedikit tidak masuk akal, tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju, penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan dijauh-jauh hari. Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini, belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar