Penggalian Manusia Purba
Darimanakah manusia berasal...??? Suku Maori (suku asli Selandia Baru) menganggap dahulu langit dan bumi menyatu. Semesta diselimuti gelap gulita. Manusia adalah hasil dari pemisahan langit dan bumi karena ulah putra bumi dan langit yang menginginkan cahaya dan mengerahkan kekuatannya untuk memisahkan ayah dan ibunya. Sehingga manusia yang tadinya berada di dalam kegelapan mulai terlihat. Sementara dalam dongeng Jerman, dewa langit dan dewa lainnya suatu hari sedang berjalan-jalan di tepi pantai. Pada suatu gundukan pasir mereka melihat dua buah pohon dan merubahnya menjadi manusia.
Blog ini saya buat untuk belajar membuat blog (mohon maaf kalau kurang menarik). Mudah-mudahan bisa bermanfaat dikemudian hari.
Minggu, 27 April 2014
Sabtu, 26 April 2014
NUSANTARA, PUSAT PERADABAN DUNIA
Nenek moyang bangsa Nusantara, khususnya Pulau Jawa adalah pencipta kebudayaan dunia. Leluhur bangsa Nusantara (Indonesia) merupakan manusia-manusia tangguh dan cerdas, pencipta peradaban dunia. Bahkan jauh sebelum tahun masehi, kerajaan nusantara adalah penguasa duapertiga wilayah bumi. India dulu hanyalah salah satu kadipaten dari kerajaan yang berpusat di pulau Jawa. Sumber dari peradaban dunia bisa dikatakan semuanya bermula dari nusantara.
NENEK MOYANG ORANG ASIA ASALNYA DARI NUSANTARA/ASIA TENGGARA
Ilmuwan se-Asia berhasil melakukan pemetaan keragaman gentik di Asia. Dugaan selama ini nenek moyang orang Asia dari China ternyata terbalik. Yang benar nenek moyang orang China yang berasal dari Asia Tenggara.
Studi ini juga semakin memperkuat penemuan sebelumnya bahwa nenek moyang semua manusia berasal dari Afrika, artinya Adam sebagai manusia pertama di dunia berasal dari Afrika.
Studi ini juga semakin memperkuat penemuan sebelumnya bahwa nenek moyang semua manusia berasal dari Afrika, artinya Adam sebagai manusia pertama di dunia berasal dari Afrika.
MANUSIA PERTAMA ADA DI INDONESIA
Para ahli sejarah umumnya berpendapat bahwa Asia Tenggara adalah kawasan 'pinggir' dalam sejarah peradaban manusia. Dengan kata lain, peradaban Asia Tenggara bisa maju dan berkembang karena imbas-imbas migrasi, perdagangan, dan efek-efek yang disebabkan peradaban lain yang digolongkan lebih maju seperti Cina, India, Mesir, dan lainnya. Buku Eden In the East yang ditulis oleh Oppenheimer seolah mencoba menjungkirbalikkan pendapat mainstream tersebut.
Oppenheimer mengemukakan pendapat bahwa justru peradaban-peradaban maju di dunia merupakan buah karya manusia yang pada mulanya menghuni kawasan yang kini menjadi Indonesia. Oppenheimer tidak main-main dalam mengemukakan pendapat ini. Hipotesisnya disandarkan kepada sejumlah kajian geologi, genetik, linguistik, etnografi, serta arkeologi.
Oppenheimer mengemukakan pendapat bahwa justru peradaban-peradaban maju di dunia merupakan buah karya manusia yang pada mulanya menghuni kawasan yang kini menjadi Indonesia. Oppenheimer tidak main-main dalam mengemukakan pendapat ini. Hipotesisnya disandarkan kepada sejumlah kajian geologi, genetik, linguistik, etnografi, serta arkeologi.
OUT OF SUNDALAND
Rekan-rekan yang suka membaca atau mempelajari buku-buku tentang migrasi manusia modern berdasarkan analisis genetika molekuler (DNA), pasti pernah membaca nama Stephen Oppenheimer. Oppenheimer adalah salah satu tokoh utama bidang ini, yang produktif menuliskan hasil-hasil risetnya. Saati ini, Oppenheimer yang semula seorang dokter anak dan pernah bertugas di Afrika, Malaysia, dan Papua New Guinea; adalah research associate di Institute of Human Sciences, Oxford University. Salah satu bukunya yang terkenal "Out of Eden : the Peopling of the World" (2004). Ini adalah sebuah buku yang komprehensif tentang sejarah penghunian semua daratan di Bumi oleh manusia modern berdasarkan analisis DNA pada semua bangsa. Oppenheimer memang pernah terlibat dalam suatu proyek raksasa untuk pemetaan genome manusia seluruh dunia. Dari situ ia mendapatkan data untuk menyusun bukunya. Melalui buku ini, kita bisa menebak dengan mudah bahwa Oppenheimer adalah seorang pembela pemikiran migrasi manusia : Out of Africa, dan menyerang Multiregional.
KAMARI KUNDAM, LEGENDA TAMIL TENTANG LEMURIA
Hipotesis Lemuria dan kisah tentang Atlantis, ternyata diperkuat oleh sebuah legenda Tamil yang juga mengisahkan hal yang sama. Para penduduk Tamil meyakini bahwa dahulu kala, di Samudera Hindia, pernah ada sebuah daratan besar yang kemudian tenggelam, mereka menyebutnya Kumari Kandam.
Kumari Kandam adalah kerajaan yang tenggelam yang terkadang dibandingkan dengan Lemuria. Epik Cilappatikaram dan Manimekalai mendeskripsikan kota Puhar yang tenggelam. Dravidia berasal dari daerah selatan yang kini adalah pantai India Selatan yang tenggelam karena banjir. Terdapat berbagai klaim pengarang Tamil bahwa terdapat daratan yang menghubungkan Australia dengan pantai Tamil Nadu.
Nah, apakah legenda Kamari Kundam, hipotesis Lemuria, kisah Atlantis, dan legenda Mu merujuk kepada sebuah tempat yang sama di masa lalu? Seperti menarik bila dilakukan kajian mendalam akan hal ini. Atau mungkin ini perlu dipicu lebih dahulu oleh novel historis seperti Negara Kelima? Adakah kawan-kawan penulis yang tertarik?
Kumari Kandam adalah kerajaan yang tenggelam yang terkadang dibandingkan dengan Lemuria. Epik Cilappatikaram dan Manimekalai mendeskripsikan kota Puhar yang tenggelam. Dravidia berasal dari daerah selatan yang kini adalah pantai India Selatan yang tenggelam karena banjir. Terdapat berbagai klaim pengarang Tamil bahwa terdapat daratan yang menghubungkan Australia dengan pantai Tamil Nadu.
Nah, apakah legenda Kamari Kundam, hipotesis Lemuria, kisah Atlantis, dan legenda Mu merujuk kepada sebuah tempat yang sama di masa lalu? Seperti menarik bila dilakukan kajian mendalam akan hal ini. Atau mungkin ini perlu dipicu lebih dahulu oleh novel historis seperti Negara Kelima? Adakah kawan-kawan penulis yang tertarik?
NENEK MOYANG ORANG NIAS LEBIH TUA DARI ADAM
Menurut buku "Asal Usul Masyarakat Nias - Suatu Interpretasi" karangan P. Johannes M. Harmmerle OFMCap. Tahun 2001, halaman 211: Peristiwa yang paling berpengaruh bagi masyarakat Nias pada zaman kuno ialah kedatangan suatu kelompok etnis yang memiliki pelbagai kemajuan dan yang menyebut diri manusia dari atas.
Menurut penulis buku tersebut, besar kemungkinan mereka ini adalah keturunan orang Cina.
Menurut penulis buku tersebut, besar kemungkinan mereka ini adalah keturunan orang Cina.
JAWABAN SOAL ATLANTIS DARI INDONESIA
Dari banyak "pakar" tentang Atlantis dari Indonesia, kita dapat jawaban sebagai berikut: "Ada banyak versi tentang Atlantis, Edgar Cayce bilang bahwa Lemuria itu nama benuanya, dan Atlantis itu nama negaranya" (diperkirakan eksis 24.000 - 10.000 SM).
Negara Atlantis itu terbagi dalam beberapa daerah atau pulau atau kalau sekarang istilahnya mungkin provinsi atau negara bagian. Daerah kekuasaan Atlantis terbentang dari sebelah barat Amerika sekarang sampai ke Indonesia. Atlantis menurut para ahli terkena bencana alam besar paling sedikit 3 kali sehingga menenggelamkan negara itu.
Jadi, kemungkinan besar Atlantis itu tenggelam tidak sekaligus, tetapi perlahan-lahan, dan terakhir yang meluluh lantakkan negara itu terjadi sekitar tahun 10.000 SM. Pada masa itu es di kutub mencair dan menenggelamkan negara itu. Terjadi banjir besar yang dahsyat, dan penduduk Atlantis pun mengungsi ke dataran-dataran yang lebih tinggi yang tidak tenggelam oleh bencana tersebut. Itulah sebabnya dibeberapa kebudayaan mulai dari timur sampai barat, terdapat mitos-mitos yang sejenis dengan kisah perahu Nabi Nuh.
DUGAAN TERKINI TENTANG KEBERADAAN ATLANTIS
Atlantis = Indonesia?
Dugaan terkini tentang keberadaan Atlantis adalah daratan yang berada di Indonesia. Sebagian arkeolog dan ilmuwan Amerika Serikat bahkan meyakini benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land atau Summa Terra Land. Wilayah yang kini ditempati Sumatera, Jawa dan Kalimantan yang sekitar 11.00 tahun silam daratan-daratan ini masih merupakan kontinen yang sangat besar. Benua ini perlahan-lahan tenggelam dan terpisah seiring dengan berakhirnya Zaman Es. Teori ini diangkat ke permuakaan dalam "International Symposium on the Dispersal of Austronesian and the Ethnogeneses of the People In Indonesian Archipelago" yang dihelat 28-30 Juni 2005, di Solo. Hipotesa itu berdasarkan pada kajian ilmiah seiring makin mutakhirnya pengetahuan tentang arkeologimolekuler. Disebutkan lagi, Pulau Natuna dan Penduduknya merupakan sisa-sisa terpenting yang berkaitan dengan Atlantis. Berdasarkan kajian Biomolekuler, penduduk asli Natuna memiliki gen yang mirip dengan bangsas Austronesia tertua yang diyakini bangsa ini memiliki kebudayaan tinggi seperti yang dinisbatkan Plato dalam mitologi yang ia kemukakan.
Dugaan terkini tentang keberadaan Atlantis adalah daratan yang berada di Indonesia. Sebagian arkeolog dan ilmuwan Amerika Serikat bahkan meyakini benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land atau Summa Terra Land. Wilayah yang kini ditempati Sumatera, Jawa dan Kalimantan yang sekitar 11.00 tahun silam daratan-daratan ini masih merupakan kontinen yang sangat besar. Benua ini perlahan-lahan tenggelam dan terpisah seiring dengan berakhirnya Zaman Es. Teori ini diangkat ke permuakaan dalam "International Symposium on the Dispersal of Austronesian and the Ethnogeneses of the People In Indonesian Archipelago" yang dihelat 28-30 Juni 2005, di Solo. Hipotesa itu berdasarkan pada kajian ilmiah seiring makin mutakhirnya pengetahuan tentang arkeologimolekuler. Disebutkan lagi, Pulau Natuna dan Penduduknya merupakan sisa-sisa terpenting yang berkaitan dengan Atlantis. Berdasarkan kajian Biomolekuler, penduduk asli Natuna memiliki gen yang mirip dengan bangsas Austronesia tertua yang diyakini bangsa ini memiliki kebudayaan tinggi seperti yang dinisbatkan Plato dalam mitologi yang ia kemukakan.
Jumat, 25 April 2014
BANGSA LEMURIA SEBAGAI BANGSA TERTUA DI MUKA BUMI
The Land of MU was a huge continent situatied in the Pacific Ocean between America and Asia, its center lying somewhat south of the equator. Basing its are on the remains which are still above water, it would have been about six thousand miles from north to south. All the rocky islands, individually and in groups, scattered over the Pacific Ocean were once part of the Continent of MU.
Cataclysmic earthquakes destroyed MU about 12000 years ago. The Pacific Ocean rushed in, making a watery grave for a vast civilization and 60 milion people. Easter Island, Tahiti, Samaos, Cook, Tongas, Marshall, Gilbert, Caroline, Marianas, Hawaii and the Marquesas are but reminent of that great land.
MUNGKIN NUSANTARALAH ATLANTIS YANG HILANG ITU
Telah 9000 tahun berlalu sejak perang yang berlangsung antara mereka yang tinggal di luar Pilar-Pilar Heracles dan mereka yang tinggal di dalamnya. Di satu sisi, kota Athena dilaporkan menjadi pemimpin perlawanan; sementara pihak satunya dipimpin oleh raja-raja Atlantis, suatu pulau yang bahkan lebih luas dibanding Libya dan Asia, yang kemudia tenggelam karena gempa bumi, dan menjadi tembok lumpur yang menghalangi seluruh pelayaran melalui samudera itu. (Critias-360SM)
Konon hanya dua catatan yang menceritakan tentang Atlantis, yaitu Dialog Timeaus dan Critias, keduanya dicatat oleh Plato sekitar 360SM. Dialog ini adalah percakapan antara Socrates (guru Plato), Hermocrates, Timeaus dan Critias. Socrates menjelaskan tentang masyarakat ideal versinya, sementara Timeaus dan Critias bercerita tentang kisah yang bukan fiksi. Kisah ini merupakan kisah konflik antara bangsa Athena dan Atlantis 9000 tahun sebelum masa Plato. Kisah yang sudah terlupakan tetapi muncul kembali dibawa oleh Solon (600 tahun SM), seorang Sage dari Hellena yang mendapatkan secara lisan dari pendeta Mesir di Sains. Solon menyampaikan kisah ini kepada Dropides, kakek buyut Critias. Dropides menyampaikan kepada putranya, (yang juga bernama) Critias, dan diteruskan kepada Critias, sang cucu.
Konon hanya dua catatan yang menceritakan tentang Atlantis, yaitu Dialog Timeaus dan Critias, keduanya dicatat oleh Plato sekitar 360SM. Dialog ini adalah percakapan antara Socrates (guru Plato), Hermocrates, Timeaus dan Critias. Socrates menjelaskan tentang masyarakat ideal versinya, sementara Timeaus dan Critias bercerita tentang kisah yang bukan fiksi. Kisah ini merupakan kisah konflik antara bangsa Athena dan Atlantis 9000 tahun sebelum masa Plato. Kisah yang sudah terlupakan tetapi muncul kembali dibawa oleh Solon (600 tahun SM), seorang Sage dari Hellena yang mendapatkan secara lisan dari pendeta Mesir di Sains. Solon menyampaikan kisah ini kepada Dropides, kakek buyut Critias. Dropides menyampaikan kepada putranya, (yang juga bernama) Critias, dan diteruskan kepada Critias, sang cucu.
CATATAN POLYNESIA MENGENAI ATLANTIS
Kelihatannya peradaban kuno di India, Asia Tenggara, Amerika Selatan dan Carribean adalah lebih puba dan lebih besar dari apa yang boleh dibayangkan oleh seseorang. Kebanyakan daripada bukti-bukti ini (masalahnya) terlantar bermeter-meter di bawah sedimen dan batu karang
Orang-orang Polynesia menyebutkan mengenai Hawaiki, pulau besar atau benua ke arah barat melangkaui lautan (Pasifik). Hawaiki dikatakan merupakan tanah air mereka yang musnah, di Indonesia (baca: Paparan Sunda), dan dipastikan merupakan fridaus sebelum ia dimusnahkan oleh malapetaka gunung berapi
Orang-orang Polynesia menyebutkan mengenai Hawaiki, pulau besar atau benua ke arah barat melangkaui lautan (Pasifik). Hawaiki dikatakan merupakan tanah air mereka yang musnah, di Indonesia (baca: Paparan Sunda), dan dipastikan merupakan fridaus sebelum ia dimusnahkan oleh malapetaka gunung berapi
CATATAN BANGSA CELT MENGENAI ATLANTIS
Di dalam Mabinogion, buku asal-usul bangsa menyatakan bahwa orang-orang Celt (orang eropa kuno) pada asalnya datang dari "pulau Defrobani, negeri musim panas dan tanah orang-orang Cimmeria".
Perhatikan, "Defrobani" hanya boleh dirujuk kepada pulau Taprobani, seperti yang dirumuskan oleh banyak pakar. Taprobane "yang disamakan oleh para pengarang purba sebagai syorgaloka dan dicurigai sebagai tempat kejatuhan Nabi Adam" tidak lain dan tidak bukan daripada pulau Sumatra (baca: paparan Sunda) yang sebenarnya merupakan tapak Atlantis.
Perhatikan, "Defrobani" hanya boleh dirujuk kepada pulau Taprobani, seperti yang dirumuskan oleh banyak pakar. Taprobane "yang disamakan oleh para pengarang purba sebagai syorgaloka dan dicurigai sebagai tempat kejatuhan Nabi Adam" tidak lain dan tidak bukan daripada pulau Sumatra (baca: paparan Sunda) yang sebenarnya merupakan tapak Atlantis.
Senin, 21 April 2014
PENAMBANGAN EMAS DI AFRIKA 8000 TAHUN LALU MENGGUNAKAN TEKNOLOGI NUSANTARA
Sejarah pertambangan emass di Afrika telah dimulai 8000 tahun yang lalu oleh bangsa Asia yang datang menggunakan kapal layar dengan memanfaatkan musim angin muson. Kedatangan mereka ke Afrika Selatan untuk mencari emas sebelum kedatangan orang-orang Afrika berbahasa Butu (Sotho, Tswana, Xhosa, Zulu, dll). Suatu fakta yang menarik dan relatif tidak dikenali ditunjukkan oleh Dr. Hromnik adalah bahwa nama Mozambik berasal dari istilah India untuk musim perahu - mussambi-baza. Hingga kini disebut Mozambik, tutur Hromnik, bangsa India menemukan emas aluvial di sepanjang Zambezi, Pungue dan Save River dan kemudian pergi jauh ke pedalaman untuk mencari sumbernya. Teknologi penambangan emas di Afrika menggunakan teknologi India yang telah lama mengenal cara menambang emas dari leluhur mereka sebelumnya mereka pindah ke India.
Sabtu, 19 April 2014
BENARKAN SUNDALAND ITU ATLANTIS YANG HILANG?
"Peradaban Atlantis yang hilang" hingga kini barangkali hanyalah sebuah mitos mengingat belum ditemukannya bukti-bukti yang kuat tentang keberadaannya. Mitos itu pertama kali dicetuskan oleh seorang ahli filsafat terkenal dari Yunani, Plato (427 - 347 SM), dalam bukunya "Critias dan Timaeus". Disebutkan oleh Plato bahwa terdapat awal peradaban yang disebut Benua Atlantis; para penduduknya dianggap sebagai dewa, makhluk luar angkasa, atau bangsa superior; benua itu kemudian hilang, tenggelam secara perlahan-lahan karena serangkaian bencana, termasuk gempa bumi.
Selama lebih dari 2000 tahun, Atlantis yang hilang telah menjadi dongeng. Tetapi sejak abad pertengahan, kisah Atlantis menjadi populer di dunia Barat. Banyak ilmuwan Barat secara diam-diam meyakini kemungkinan keberadaannya. Di antara para ilmuwan itu banyak yang menganggap bahwa Atlantis terletak di Samudra Atlantis, bahkan ada yang menganggap Atlantis terletak di Benua Amerika sampai Timur Tengah. Penelitian pun dilakukan di wilayah-wilayah tersebut. Akan tetapi, kebanyakan peneliti itu tidak memberikan bukti atau telaah yang cukup. Sebagian besar dari mereka hanya mengira-ngira.
Selama lebih dari 2000 tahun, Atlantis yang hilang telah menjadi dongeng. Tetapi sejak abad pertengahan, kisah Atlantis menjadi populer di dunia Barat. Banyak ilmuwan Barat secara diam-diam meyakini kemungkinan keberadaannya. Di antara para ilmuwan itu banyak yang menganggap bahwa Atlantis terletak di Samudra Atlantis, bahkan ada yang menganggap Atlantis terletak di Benua Amerika sampai Timur Tengah. Penelitian pun dilakukan di wilayah-wilayah tersebut. Akan tetapi, kebanyakan peneliti itu tidak memberikan bukti atau telaah yang cukup. Sebagian besar dari mereka hanya mengira-ngira.
Misteri Atlantis Benua yang Hilang
Mitos tentang Peradaban Atlantis pertama kali dicetuskan oleh seorang filsafat Yunani kuno bernama Plato (427 - 347 SM) dalam buku Critias dan Timaeus.
Dalam buku Timaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.
Dalam buku Timaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.
Langganan:
Postingan (Atom)